BandrOS merupakan operating system yang berbeda dengan Android atau OS mobile lainnya. BandrOS sendiri diambil dari salah satu nama penganan khas daerah Jawa Barat khususnya Bandung berbahan kelapa, tapi singkatan dari Bandung Raya Operating System (BandrOS).
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta mengaku menggunakan smartphone atau telepon pintar merek BandrOS anti sadap buatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
"HP ini buatan Pusat Penelitian Informatika LIPI dengan spesifikasi anti sadap, tapi saya tak pernah yang jahat-jahat. Saya tak mengatakan anti sadap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Menristek Gusti Muhammad Hatta saat memberi sambutan pada jamuan makan malam peserta Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke XV di Padang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/09).
Menristek mengakui sudah memakai telepon genggam produk dalam negeri itu sejak peringatan hari kebangkitan teknologi nasional pada Agustus lalu.
Fitur yang tersedia banyak, tapi bukan termasuk jenis android karena akan bisa disadap. BandrOS memiliki sistem sendiri yang dirancang oleh Pusat Penelitian Informatika LIPI.
"Anggota DPR juga sudah banyak yang pesan Smartphone BandrOS. Harganya jauh lebih murah sekitar Rp 800 tibu, dibandingkan produk dari luar," ujarnya.
Sumber: http://www.merdeka.com/teknologi/takut-penyadapan-gunakan-ponsel-dan-os-ciptaan-anak-negeri.html